Feeds:
Tulisan
Komentar

Lewat sudah masanya…
masa dimana kamu bersuara, masa dimana aku harus menentukan
Sayangnya ada yang banyak terlewatkan bahkan terlalu banyak yang dikecewakan
Berlebihan katamu….
bila aku mengatakan hal yang sebenarnya sudah aku ketahui….
mungkin juga tidak akan berpengaruh pada apapun yang sudah terjadi. Lanjut Baca »

(mohon dicarikan perbedaannya)

Hhhmmmm….
Mendengar cerita dari tempat jauh di sana
di tanah subur yang gua pikir jauh dari hiruk pikuk
jauh dari kebisingan, jauh dari kebiasaan buruk orang-orang megapolitan.
ternyata penjahat-penjahat yang memakai jubah instasi dan institusi
juga merambah di sana dan ikut memperkosa hak-hak masyarakat yang ingin mencari nafkah
dengan cara-cara picik,trick licik mempersulit dan mencari-cari kesalahan untuk pembenaran hakiki
yang dianggap melanggar peraturan teritorial dan kekuasaan wilayah…mereka!

Aaahh…!! hantu macam mereka-mereka itu seharusnya tidak berada di sana!
tidak bersembunyi di tanah yang damai dan jauh dari kebisingan seperti
di sini di kota nan megapolitan ini…
Entah mereka ada untuk itu atau memang ada sejak kebiasaan memeras mulai turun temurun?
Tapi…seharusnya tidak perlu heran karena memang generasi pemeras meradang seperti batukku
seperti penyakit menahun yang tidak bisa disembuhkan. Hari ini ada,dan besok berkembang biak

Bersyukur,kamu tenang, kuat dan bisa mengahadapi kenyataan di hadapan kamu saat ini
dengan apa yang sudah dilakukan hantu birokrat pemeras bertameng instansi
dan masih kamu mampu berkata “tapi di jalani aja,pasti terlewat lah….”

Dalam…pikirku,mau diapakan negeri ini??? ibarat roti berisi dengan lapisan daging busuk!!!
memelihara dan membiarkan hantu-hantu beranak pinak seperti hantu-hantu itu di kota-kota,di pulau-pulau bangsa ini,
sama saja dengan memberikan kesempatan mereka belajar menjadi koruptor kakap nantinya

Lalu dalam otakkku…tidakkah akan berakhir cara-cara seperti ini??
dan jawaban otak kecilku hanya….
“hari ini bisa jadi dia yang mendapatkan perlakuan ini..”
besok ataupun lusa bisa saja kita (elo dan gua) yang diperlakukan seperti itu atau mungkin sudah barangkali…

*Menghela nafas panjang….
*Sungguh begitu tenangnya kamu…
*Lega lah kamu…seluas lautan disana

*Disadur dari pengalaman seseorang yang benar-benar terjadi beberapa hari kemarin hingga hari ini

ForWrong

“Dorong terus semangatmu Porong…
Teriaklah sederas lumpur-mu yang meluap keluar,
Semoga tidak ada lagi porong merong-rong berteriak minta tolong…
dan diabaikan seperti anjing melolong di teriknya siang yang bolong
Dibalik buaian kosong di antara tanggulmu Porong” Lanjut Baca »

“Menghindari PEMILU yang PILU”

Tulisan dan corang moreng ini sekedar memberikan semangat, meningatkan serta persiapan mental dan kejiwaan anda menjelang Pemilu tahun ini. Semua yang berkepentingan mulai sibuk mempersiapkan diri mereka..kekuatan mereka, mengerahkan tenaga mereka untuk mencapai “hasil” maksimal. Hasilnya buat mereka-mereka juga yang dimenangkan oleh para pemilih (hehehe…hehehe) sementara para pemilihnya?? (pikir aja sendiri…).
Buat saya ini ruangan berceloteh cerewet dan memandang dari sudut saya saja,selebihnya jangan dilebih-lebihkan agar menjadi lebih dalam dan lebih jauh…(ntar makin dalem ya makin jauh).

Lanjut Baca »

Ya Inilah Kita

Ya…inilah kita

dan…sekali lagi inilah kita.

Semua terjadi dan pasti terjadi.

kita tidak pernah akan mengetahuinya sampai pada waktunya itu terjadi dan kita sadar

Ya…inilah kita

dan…untuk kesekian kalinya inilah kita

Segala sesuatu sudah pada tempatnya

kita tidak bisa menghindar dan mengubahnya hingga jawaban itu datang dan kita tersadar

Ya…inilah kita dan…untuk terakhir kali inilah kita

Sekarang ataupun nanti kita akan terus bertanya dan bertanya sampai suatu ketika semuanya sirna

Nov 18, 2008, 11:21

Disunting dari my journal@tagged.com

“Dari Kejadian Di Satu Kehidupan Yang Lalu”//Wednesday, January 7, 2009

Aku, Si Ibu dan Si Bapak serta SATPOL PP (Preman Preman)
Thursday,22-January-2009
(09.45 Wib, Di bawah Tangga Penyeberangan BusWay-POLDA )

Kalo inget tanggal 22 Januari ini, gua teringat satu tembang manis dari “Iwan Fals” (22 Januari, kita berjanji…coba saling mengerti apa di dalam hati…etc lah buat yang tau).
Tapi, 22 Januari yang ini beda….bukan sebuah tembang cinta nan manis tapi malah tembang panas dari bawah tangga penyeberangan Busway (yang katanya sukses meminimize kemacetan di Jakarta khususnya kawasan Blok-M,Sudirman, Thamrin…duuttt…preeettt kateee siapee cuyyyy?) yaahh gampangnya dekat komdak atau yang lebih trend dengan Polda.

Lanjut Baca »